Sunyi, sepi, hening.
Memang awalnya inilah yang diinginkan, namun kenapa setelah semua terjadi, inilah yang dirasakan?
Apa arti ini semua?
Dekat susah jauhpun susah, selalu terbayang saat tertawa, menangis, marah, serius.
( gak bisa diterusin lagi pokoknya sepi )
speechless
Minggu, 22 Maret 2015
Senin, 16 Maret 2015
Bukan yang sebenarnya
luka pasti bisa sembuh, mudah aja dikasih obat, dibalut perban, beres!
bagaimana dengan bekas luka ?
perlu berbulan bulan bahkan tahunan untuk menghilangkannya.
belum lagi trauma yang ditimbulkan oleh si pembuat luka.
bukan hanya dengan kata maaf dan sebuah senyuman semua trauma itu hilang.
proses! ya proses.
hampir lima tahun lamanya berproses ternyata selama ini hidup dalam kemunafikan, berlagak telah memaafkan dan mengikhlaskan tak bisa dipungkiri trauma itu tetap ada.
untuk memandang saja berat walau hanya sekilas, apalagi bertegur sapa.
rasanya kenangan buruk dan indah yang ada dalam sekejap bernostalgia, berperang, berkecamuk saling memperebutkan tempat dalam batin dan fikiran mengorek kembali luka.
benci! ya itulah satu satunya kata yang tersisa.
semoga Dia mengerti karena untuk si pembuat luka kata maaf bukan sebenarnya maaf, kata ikhlas bukan sebenarnya ikhlas.
Minggu, 15 Maret 2015
Pilihan (kemana tulisan ini berujung?)
serasa berada di tepi jurang dengan harimau yang siap menerkam kapanpun dihadapanmu!
yang mana yang akan kamu pilih jika kamu berada dalam posisi seperti ini?
terlihat seram memang, lupakan!
bagaimana jika didepanmu terdapat bunga yang sangat indah ketika jauh diujung sana terlihat bunga yang jauh lebih indah?
apa yang akan menjadi pilihanmu?
kenapa dunia ini penuh pilihan? bahkan ketika kita sudah selesai pada pilihan kita, kita masih harus dihadapkan dengan 2 atau 3 pilihan lagi.
ada apa dengan semua pilihan ini? apakah mereka memiliki suatu ikatan (kaya janjian gitu)? ibarat bermain tongkat estafet, ketika pelari pertama selesai masih ada pelari kedua dan seterusnya.
apakah Dia juga dihadapkan dengan semua pilihan ini?
bagaimana cara Dia mengatasi semua pilihan ini?
bagaimana jika didunia tidak ada pilihan?
bagaimana jika tidak memilih?
yang mana yang akan kamu pilih jika kamu berada dalam posisi seperti ini?
terlihat seram memang, lupakan!
bagaimana jika didepanmu terdapat bunga yang sangat indah ketika jauh diujung sana terlihat bunga yang jauh lebih indah?
apa yang akan menjadi pilihanmu?
kenapa dunia ini penuh pilihan? bahkan ketika kita sudah selesai pada pilihan kita, kita masih harus dihadapkan dengan 2 atau 3 pilihan lagi.
ada apa dengan semua pilihan ini? apakah mereka memiliki suatu ikatan (kaya janjian gitu)? ibarat bermain tongkat estafet, ketika pelari pertama selesai masih ada pelari kedua dan seterusnya.
apakah Dia juga dihadapkan dengan semua pilihan ini?
bagaimana cara Dia mengatasi semua pilihan ini?
bagaimana jika didunia tidak ada pilihan?
bagaimana jika tidak memilih?
Sabtu, 14 Maret 2015
First post! sahabat itu apa?
Iya, sahabat itu apa?
Cukup lama merasakan atmosfer di Bumi belum membuatku mengerti apa sih itu sahabat.
Terlalu sering percaya membuatku merasakan manisnya pengkhianatan, manis sih! masa iya manis? iya serius manis percaya deh haha *weird. Dimulai dengan perselingkuhan pacar dengan sahabat sendiri, sahabat yang menceritakan curhatanku kesemua orang, sampai sahabat yang hanya datang ketika mereka butuh bantuan. Dari itu semua cukup membuatku trauma dengan orang baru atau membuat suatu hubungan yang biasa disebut dengan "sahabat".
Aku pernah denger kata bijak begini " kalo kita baik sama orang, balesannya juga baik " , gak sombong sih!hehe, aku selalu berusaha untuk berbuat baik, jika mereka meminta bantuan sebisaku untuk membantu, gak pernah tuh aku mengharapkan imbalan. Tapi mungkin yang namanya manusia sekeras apapun usaha mereka kalo Tuhan yang mengatur semua ya enggak bisa kita hindari, tetap saja pengkhianatan itu datang! yah lagi lagi aku dimanfaatin! sedih sih tapi enggak tau kenapa dengan mudahnya kata memaafkan keluar dari hatiku.
Cukup lama merasakan atmosfer di Bumi belum membuatku mengerti apa sih itu sahabat.
Terlalu sering percaya membuatku merasakan manisnya pengkhianatan, manis sih! masa iya manis? iya serius manis percaya deh haha *weird. Dimulai dengan perselingkuhan pacar dengan sahabat sendiri, sahabat yang menceritakan curhatanku kesemua orang, sampai sahabat yang hanya datang ketika mereka butuh bantuan. Dari itu semua cukup membuatku trauma dengan orang baru atau membuat suatu hubungan yang biasa disebut dengan "sahabat".
Aku pernah denger kata bijak begini " kalo kita baik sama orang, balesannya juga baik " , gak sombong sih!hehe, aku selalu berusaha untuk berbuat baik, jika mereka meminta bantuan sebisaku untuk membantu, gak pernah tuh aku mengharapkan imbalan. Tapi mungkin yang namanya manusia sekeras apapun usaha mereka kalo Tuhan yang mengatur semua ya enggak bisa kita hindari, tetap saja pengkhianatan itu datang! yah lagi lagi aku dimanfaatin! sedih sih tapi enggak tau kenapa dengan mudahnya kata memaafkan keluar dari hatiku.
Langganan:
Postingan (Atom)